Bagi sebagian besar dari kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah reinventing the wheel.

Kalau menurut wikipedia, reinventing the wheel itu berarti to duplicate a basic method that has already previously been created or optimized by other.

Sedangkan kalau menurut Cambridge Dictionary, reinventing the wheel itu berarti to waste time trying to create something that someone else already created.

Wah kalau pengertiannya begitu jangan-jangan keputusan negara kita untuk mengimpor barang bisa jadi bener. 

Karena timbang buat peternakan sapi sendiri mending import sapi dari negara yang sudah memiliki dan kelebihan ternak sapi. 😀 

Bahkan kalau di dunia IT, bisa jadi kita ga perlu susah-susah buat aplikasi dan library yang kita perlukan. Gunakan saja yang sudah ada. 

Persis seperti foto pada bagian atas artikel ini.

Monitor, keyboard, mouse dan smartphone tinggal beli dan pakai saja.

Tapi kok rasanya ada yang ganjel ya dalam hati saya. 

Kalau kita tidak melakukan reinventing the wheel berarti kita akan menjadi sangat tergantung ya sama produk yang dihasilkan oleh orang lain.

Ah tapi sudah-lah… daripada pusing sendiri mending beli minuman ringan dulu dilantai satu.

Dan saya-pun melihat ini di lift ketika mau turun ke lantai satu :

Fiuh… ngapain ya negara orang susah-susah buat produk yang sudah dibuat oleh negara lain.

Ah kok dipikir lagi… 

Advertisements