Kemarin malam saya menyempatkan diri untuk memeriksa kotak surat yang ada di pintu masuk one room.

Ternyata tagihan listrik dari “PLN”-nya Korea Selatan (한국전련공사) untuk bulan Juli-Agustus 2016 sudah muncul.

😀 lumayan juga. Total tagihannya sekitar 13.370 KRW. Kalau dirupiahkan dengan kurs 11.87 (kurs per tanggal 13 Agustus 2016) jadi sebesar Rp. 158.746.

Kalau saya ingat-ingat, tagihan listrik rumah saya di Indonesia juga rasanya tidak jauh dari angka 150-200 ribu Rupiah per bulan. 

Yang membuat saya agak sedikit deg-deg-an adalah bulan Juli – awal Agustus 2016 itu masa dimana saya masih tinggal sendiri di one room.

Dan sejak akhir Juli kemarin istri dan anak sudah hadir menemani saya studi disini. 

Ditambah lagi, Busan, Korea Selatan saat ini sedang summer alias musim panas yang setiap harinya suhu bisa mencapai 35 derajat.

Hampir setiap siang hari dan malam ketika tidur saya bersama istri dan anak “harus” menyalakan AC. 😀

Siap-siap aja tagihan listrik bulan depan membengkak. Tapi insha allah ada rizkinya. 

Sepertinya saya harus bayar tagihan listrik dulu nih di ATM kampus. Maklum belum mengaktifkan e-banking. Jadi harus manual bayar ke ATM. 

Advertisements